Ingin Kamu

by 01.51 0 komentar



Ketika bersedih, aku tidak akan banyak bicara. Tidak akan  bertanya banyak ataupun dapat tertawa lepas. Tapi bagaimanapun juga, bibir ini tetap akan menyunggingkan seulas senyum kepadamu, meski aku rasa kamu tidak seperlu itu melihatnya, apapun yang tengah kurasakan. Bukan berarti saat itu aku benar sepenuhnya baik-baik saja. Dan aku tidak terlalu berharap kamu mau mengerti itu. Setidaknya kau bersedia menepi, kadang-kadang untuk waktu yang lama aku butuh waktu sendiri untuk tenggelam dalam hening, juga seulas senyummu supaya aku bisa merasakan sebuah ke-baik-baik saja-an.

Bukan berarti aku mengabaikanmu, aku pun ingin kamu bisa selalu ada untukku dan aku selalu dapat ada untukmu. Sesekali kamu hanya perlu diam, bukan berarti kamu berhenti mempedulikan aku, melainkan mengalah untukku dengan merendam egomu sendiri untuk dimengerti dan bersedia mendengarkan tanpa menginginkan didengarkan kembali. Ada kalanya aku hanya perlu kamu peluk dalam diam tanpa kamu mengatakan yang seperti ini, ‘Kamu seharusnya begini-begitu..’ atau mendengar janjimu yang bahkan aku ragu kamu akan mampu menepatinya atau tidak. Kau tau kan, aku tidak suka dengan seseorang yang bahkan tidak mampu menanggung konsekuen dari bicaranya sendiri.

Sedang aku bukanlah seseorang yang pandai marah, biasanya aku akan bertingkah sedikit menyebalkan sampai seseorang yang mengecewakanku berbalik kesal atau mungkin marah hingga akhirnya memutuskan pergi dengan sendirinya. Dan aku bukanlah seseorang yang betah mempertahankan amarah, aku tidak suka dengan situasi semacam pertengkaran dan sebisa mungkin aku menghindarinya. Siapapun itu, aku pasti memaafkannya. Memang sulit, tapi apalah hak-ku untuk tidak memaafkan sedang Tuhan Maha Pemaaf. Namun tidak bisa dipungkiri, ada kalanya kamu pun lelah memaafkan.

Dan ada kalanya, aku pun lelah telah terus menerus sok tegar dihadapanmu. Kau tau, sebenarnya kelemahan terbesar kita adalah selalu ingin terlihat kuat didepan mereka yang kita sayang. Sesekali aku ingin diberi ruang untuk menjadi labil dan cengeng. Aku pun ingin kamu beri ruang untuk menangis tanpa perlu aku minta. Ingin dipinjami bahu olehmu, disana kamu akan membiarkanku meraung sepuas yang aku mau. Sedang tanganmu mengusap-usap lembut rambutku seraya meniup-niupkan poniku rendah, seakan tau – terlihat asap mengepul-ngepul diatasnya. Kamu pun tau saat itu, aku hanya ingin didengarkan tanpa ingin mendengarkan kembali. Ingin di jawab iya atas segala keinginanya. Tidak ingin melakukan apapun selain menyalahkan oranglain. Hanya ingin menangis sebanyak-banyaknya. Dan setelahnya kamu rayu dan diberi hadiah.

Sedang kamu yang paling tau caranya menerbitkan kembali senyum dibibirku. Kamu akan merengkuh wajahku dan menatapku lekat, seakan kau tau – bahwa tatapanmu tidak pernah gagal menyejukkan hatiku. Kamu bilang, “Kamu gadis manisku, berhentilah menangis. Aku akan membelikanmu es krim sebanyak yang kamu mau dan kita akan memakannya bersama-sama. Mau kan?”

Aku ingin diberi kesempatan melakukan hal-hal seperti itu kelak.

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar